Nama: Saifun Naja
NIM: 1791014033
Tugas UAS Makul:
Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari
2. Syekh Rabah
Hasunah, kolega Kyai Hasyim dari Al-Azhar Mesir pernah berkomentar tentang
sosok kawannya itu (Asad Shahab, 1971:32)
“Beliau adalah orang
yang tenang, sangat sabar dan tidak terburu-buru. Menghadapi segala
permasalahan dengan dada yang lapang dan tidak pernah terbawa perasaan. (Oleh
karena itu) beliau mampu memecahkan masalah-masalah yang berat, sekalipun dalam
situasi yang sulit, dengan pemecahan yang gemilang. Beliau banyak bekerja,
tetapi beliau melakukan pekerjaannya dengan sabar dan tenang.”
Berikan ulasan
tentang sosok Kyai Hasyim sebagai seoran ‘alim dalam menghadapi
persoalan!
Seorang ‘alim tentu saja
dalam setiap tingkah laku dan tindakannya harus berlandaskan keilmuan.
Sedangkan dasar keilmuan Kyai Hasyim adalah agama, yang mana bersumber dari
Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam pengertian orang islam, orang ‘alim
adalah orang yang mendalami ilmu, teguh, benar, bijak dan yakin akan keesaan
Allah SWT. Dalam hal ini, Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak pernah luput dalam
perwujudan setiap pola tingkah laku.
Apabila semakin dalam ilmu seorang
‘alim tersebut maka akan tercermin dalam sikapnya. Hal ini dicontohkan oleh
Kyai Hasyim. Dalam memecahkan masalah beliau adalah orang yang sabar dan tidak
terburu-buru. Beliau berpikir dengan sangat hati-hati. Segala sesuatunya harus
berlandaskan hukum islam. Seperti contoh dalam peristiwa pendirian NU, meskipun
sudah terlihat benar, beliau lantas tidak langsung menyetujui usulan Kyai Wahab
ini. setelah berpikir dan mendapatkan petunjuk dari gurunya, Kyai Kholil, Kyai
Hasyim pun menyetujui pembentukan organisasi NU ini.
Rasulullah SAW bersabda:
التَّأَنِّي مِنَ
اللهِ وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
Ketenangan datangnya dari Allah,
sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar